kali kedua aku merasa bahwa aku memang ditkadirkan untuk bersama dengan seseorang, labih tepatnya se ekor . ini kali kedua aku mengalami sebuah pertemuan tak terduga dengan se ekor anjing, se ekor anjing betina yah cukup cantik untuk rasnya, hanya memang anjing yang baru kutemui ini tidak dalam kondisi baik, tapi itu tidak jadi masalah karena sepertinya aku jatuh cinta pada sibetina ini. Seperti yang digambarkan oleh film film atau cerita-cerita di majalah majalah remaja, tak peduli seburuk apapun kondisinya, akan berbeda jika cinta yang sudah bicara, tapi agak berlebihan bila aku menggambarkannya demikian . Hanya memang fenomena ( persaaan ) seperti ini adalah salah satu perasaan yang tidak bisa dijelaskan oleh siapapun dalam bentuk apapun. Namun meski tak dapat di jelaskan oleh siapapun dalam bentuk apapun fenomena ini tenyata memiliki polanya sendiri.
kembali lagi pada si betina , kini ia hanya terbaring lesu tak berdaya dengan nafasnya yang mungkin tersengal, sungguh bila ada di posisi ku saat ini , ini sebuah pemandangan yang sungguh sangta tidak mengenakan. Setelah melalkukan pencarian di internet aku menarik kesimpulan bahwa si betina ini terkena penyakit parvo, penyakit yang cukup berat dan cukup mematikan untuk anjing, aku mulai mengumpulkan setiap kepingan informasi dan aku coba mengobati sibetina sebiasaku dengan bantuan paman google, jujur saat aku menulis ini kondisi si betina tidak menunjukan ke arah yang lebih baik tapi aku menyimpan keyakinan si betina pasti bisa melawati ini. yah entah datang dari mana keyakinan itu, atau memang itu hanya sebuah tameng ketakutanku, ah aku tidak tau dan aku coba tidak peduli, yang aku tau sekarang aku harus menjaganya sepenuh hati, meski aku yakin aku tak akan lama berjodoh dengan sibetina ini , bukan maksutku si betina ini tak akan sembuh, tapi kaena aku hidup di lingkunagan keluarga muslim fundamental yang terkesan pembenci anjing, yah paling tidak aku berjodoh dengan si anjing saat ia sakit dan aku akan melepaskanya saat ia sembuh nanti.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar